Langsung ke konten utama

Tersenyumlah wahai hati yang bersedih

Tersenyumlah Wahai Hati yang Bersedih



Ketika engkau tersandung duka, menangislah sekencangnya tak usah engkau menahannya.
Ketika hatimu merasa sakit berteriaklah hingga hatimu tak bisa lagi berteriak.
Biarkan dirimu merasakan kesedihan hatimu dan biarkan air matamu merasakan perihnya lukamu.

Kau berhak menjauh dari keramaian ketika engkau merasa lelah.
Kau berhak untuk merasa sedih, maka menangislah.
Biarkan air matamu mengikis semua lukamu. Biarkan ia jatuh hingga matamu merasa lelah.

Dan tidurlah,
Biarkan dirimu merasakan sepi
Biarkan luka itu membawamu ke alam mimpi
Biarkan sisa-sisa perih itu menari hingga menjelang pagi.

Namun setelah itu bangunlah,
Kau berhak untuk bangkit
Luka lama tak usah diungkit
Anggap ia sebagai pembangkit
Karena fajar pastikan terbit.

Bangunlah, rasakan hatimu telah lega sekarang.
Tak usah kau mengungkit masa lalu
Tak usah kau mengenang luka itu
Karena semua itu sekarang telah berlalu.

Apa yang kau butuhkan sekarang adalah bangkit.
Bangkit dari hari kemarin,
Bangkit dari keterpurukan,
Bangkit dari kesedihan yang mendalam.

Yang kau butuhkan sekarang hanyalah bangkit,
Bangkit dari masa kelam,
Bangkit dari rasa sakit,
Bangkit dari gelombang kesunyian.

Aku tahu, bangkit itu adalah sulit
Aku tahu, bangkit itu sangat rumit
Dan aku tahu, bangkit itu terasa sakit.

Tapi memang seperti itulah rasanya kawan
Kau tahu, kau tak bisa seperti ini terus.

Sampai kapan kau akan menunggu kesedihanmu padam dengan sendirinya,
Sampai kapan kau akan menunggu luka itu pulih dengan sendirinya,
Sampai kapan kau akan menunggu dirimu lelah dan bosan dengan sendirinya.

Jika bukan sekarang kapan kau akan bangkit ?

Jangan lupa, bukan hanya kau yang punya luka
Bukan hanya kau yang pernah merasakan sakit
Bukan hanya kau yang merasa paling menderita
Setiap orang pernah merasakannya, bukan hanya kau

Jangan lupa, kau masih punya hal indah lainnya, keluarga, teman, ataupun orang istimewa lainnya.
Orang-orang yang peduli padamu, mencemaskan dirimu, dan membuatmu merasa tak sendirian.
Orang-orang yang akan menyemangatimu dan mengharapkanmu bangkit dari keterpurukan ini.
Namun jika mereka adalah alasan dibalik dukamu, tak usah khawatir, kau masih memiliki Allah yang jauh lebih dari mereka.
Tak usah takut kehilangan tempat bersandar.

Akan ada mentari setelah gelap
Akan ada pelangi setelah hujan yang lebat
Badai pasti berlalu
Angin pasti kan berhenti menyapu
Karena Luka tak selamanya berakhir pilu

Karena itu,
Tersenyumlah wahai hati yang bersedih,
Tersenyumlah wahai jiwa yang tersandung sepi,
Tersenyumlah wahai perasaan yang tersakiti.

Masih ada hari ini dan hari esok yang kan menanti
:) :) :)


By : Shinz_

Komentar

Postingan populer dari blog ini

(ReviewBook) Review Buku Melangkah Serah oleh Aji Nur Afifah

Bismillah Review Buku Melangkah Searah By Aji Nur Afifah Dipostingan kali ini saya akan mereview sebuah buku karya Aji Nur Afifah dengan judul Melangkah Searah - Asam-Manis Rumah Tangga Muda . Ini bukan merupakan buku pertama Aji Nur Afifah, penulis telah beberapa kali menerbitkan bukunya dan juga pernah menerbitkan buku berbarengan dengan suaminya. Awal mula saya mengetahui penulis mungkin karena tidak sengaja menemukan review buku suaminya yaitu Kurniawan Gunadi yang membuat saya tertarik untuk membaca semua buku dan tullisannya di tumblr hingga sayaapun mengagumi karya-karyanya bahkan tulisan istrinya Aji nur Afifah sekalipun. Oke sekian review singkat tentang penulisnya, mari langsung saja ke review bukunya. Buku ini di cetak dengan cover berwarna kuning sedikit ke-orange seperti warna matahari terang yang menambah keunikan dari buku ini ketika melihatnya di rak buku. Buku ini pertama kali diterbitkan sekitar bulan Maret 2019 nam...

A Letter For You

Bismillah... Kali ini penulis ingin berbagi sebuah tulisan yang mungkin dapat memberikan sedikit motivasi. Sebagai catatan, tulisan ini hanyalah karangan belaka dan jika terdapat kesamaan cerita ataupun alur itu hanyalah kebetulan belaka (kayak sinetron aja). Tulisan ini mungkin terinspirasi dari suatu hal tapi penulis lupa itu apa, mungkin dari sebuah artikel yang pernah penulis baca dan tiba-tiba jadilah tulisan ini. Akhir kata silahkan dihayati...